![]() |
| Hidangan ketupat menjadi tradisi Hari Raya bagi umat muslim khususnya di Asia. Foto: SHUTTERSTOCK/Tiwuk Suwantini |
Untuk menyambut hari raya, setiap rumah akan sibuk dengan
kegiatan atau agenda masing-masing. Biasanya persiapan yang dilakukan
bermacam-macam, mulai dari menghias rumah, membeli baju baru, menyiapkan
hidangan besar, dan lain-lain. Setiap keluarga biasanya memiliki tradisi dan
cara menyambut hari raya yang berbeda.
Setelah menahan lapar dan dahaga selama bulan Ramadhan,
banyak orang yang menyambut dan merayakan dengan menghadirkan berbagai macam
hidangan di hari raya. Dengan menghadirkan hidangan yang khas dan juga beragam,
momen lebaran yang dirayakan akan terasa semakin special, apalagi jika
merayakan bersama orang terkasih.
Di beberapa negara Asean termasuk Indonesia, Ketupat menjadi
salah satu masakan yang wajib ada di Hari Raya Idul Fitri. Masyarakat Indonesia
sendiri biasa menghidangkan ketupat sebagai menu wajib pengganti nasi, yang
nantinya akan dihidangkan bersama Opor, Rendang, Sayur Kacang, atau makanan
khas hari raya lainnya.
Siti Rumiyati (45) merupakan ibu rumah tangga yang setiap
tahun memasak hidangan lebaran untuk keluarganya dengan tangannya sendiri.
Merayakan hari raya diperantauan membuat ia memasak hidangan yang dulu wajib
dihidangkan oleh orang tuanya di kota kelahirannya, Pacitan. Kondisi ekonomi
yang tidak mendukung dirinya dan keluarganya untuk mudik, membuat dirinya ingin
menciptakan suasana khas lebaran saat di Pacitan dulu di tempat perantauannya
yakni Bogor.
Seperti banyak orang yang merayakan Idul Fitri, ketupat menjadi makanan wajib yang ada di momen spesial yang dirayakan setahun sekali ini. Memasak ketupat baginya merupakan salah satu kegiatan yang dinanti-nanti oleh dirinya dan keluarganya, karena tidak setiap hari hidangan ini tersaji di meja makan.
Momen Kebersamaan Keluarga
Ketupat sendiri baginya bukan hanya sekedar makanan
pelengkap hari raya, tapi juga membangun kebersamaan antara dirinya dengan
keluarganya. Biasanya sang suami yang akan ke pasar untuk mencari daun kelapa
yang telah dianyam berbentuk belah ketupat. Kemudian ia dan anak perempuannya
bersama-sama memasukkan beras yang telah dicuci bersih ke dalam anyaman ketupat
tadi.
Tak hanya sebagai jamuan hari raya, ketupat yang hadirnya
setahun sekali ini juga menjadi simbol sekaligus pengingat kehangatan keluarga
kecilnya. Di era sekarang yang serba digital ditambah anak-anaknya yang tumbuh
besar, untuk mengobrol intens saja rasanya sulit. Namun di momen yang fitri
ini, ketika anak-anak libur sekolah, ketika mereka mulai jenuh dengan telepon
genggam mereka yang hanya berisikan itu-itu saja, ketupat yang perannya
seharusnya sederhana justru menjadi besar.
Sembari memasukkan beras kedalam anyaman ketupat, Siti
Rumiyati dan anak-anaknya bercakap dan bercengkrama. Ini yang membuat pondasi
antara anak dan orang tua menjadi semakin kuat. Komunikasi intens yang jarang
dilakukan di hari-hari sebelumnya menjadi lebih lama. Selain itu, tradisi
mengisi ketupat ini juga sudah dilakukan oleh ia dan anak-anaknya sejak mereka
masih kecil. Tentu ini juga mengingatkan memori masa kecil anak-anaknya.
Keyword: #ketupat #ceritahariraya #idulfitri #hidanganhariraya

0 Komentar