Diam Bukan Emas, Tapi Bagai Air Mengalir

Air terus berjalan tanpa tahu arah tujuan. Foto: Pexels


Air itu terus berjalan ke arah ber muara nya.
Mengikuti arusnya yang deras,
Walaupun tak tahu akan kemana.
Walaupun tak tahu akan jadi seperti apa.

Namun, bendungan itu terkadang tak mengizinkan pergi.
Akhirnya, ia bingung ingin tetap bermuara atau terdiam di bendungan.

Hei jangan lupa, kita ini manusia!
Aku tidak ingin kita seperti sang air.
Yang selalu mengikuti arah dan waktu serta takdirnya.

Berjalan tanpa arah.
Mengalir tanpa tahu akan kemana.
Seperti orang linglung yang tak tahu apa-apa.

Ia tak mau berusaha mengubah takdirnya sendiri.
Bukan tak mau, ia bisa namun tak berusaha.
Dan akhirnya pun mengikuti takdir yang berjalan.
Berakhir di bendungan atau bermuara di hulu sungai.


Keyword: #puisi #sajak #takdir



Posting Komentar

0 Komentar