Kelinci Cerdik dan Benda Temuannya

Ilustrasi kelinci Lili. Foto: Freepik

Di sebuah hutan pedalaman Indonesia, hiduplah binatang yang sangat cerdik. Di sana terdapat hewan tercerdik sejagat hutan, namanya Lili. Ia adalah spesies kelinci hutan yang kecerdasannya melewati batas rata-rata hewan pada umumnya. Lili terbiasa mendengar ucapan dan perlakuan yang manusia lakukan. Meski awalnya hanya mendengar, Lili juga paham bahasa manusia karena senang bersosialiasi.

Lili memiliki sahabat karib yang sangat dekat dengannya, namanya Koko. Koko adalah kerbau yang sedikit pendiam dan pemalu. Kebanyakan orang suka mengejek Koko dan hanya Lili yang ingin berteman dengan Koko, sebab itu Koko senang berteman dengan Lili.

Suatu hari, Lili baru saja pulang dari dunia luar hutan. Ia membawa sebuah benda yang sangat asing bagi penghuni hutan.

“Lili, apa itu yang di tanganmu” tanya Koko.

“Ini namanya handphone. Aku mendapatkannya dari turis yang sedang berjalan-jalan” jawab Lili.

“Lili kamu mencuri? mencuri itu tidak baik, lho” ujar Koko.

“Tidak. Turis itu meninggalkan barang ini begitu saja. Karena penasaran, aku ambil saja. Lihatlah bend aini sangat keren!” sanggah Lili.

Koko sedih karena Lili terlalu fokus dengan benda tersebut. Padahal, Koko ingin memberikan hadiah dan mengajak Lili main. Mungkin karena Lili baru memiliki barang tersebut. Koko akan memberikan hadiahnya nanti saja.

*Keesokan hari di savana hutan*

“Hei teman-teman, aku punya barang bagus loh!” kata Lili.

“Apa itu, Li?” tanya Baba si badak.

“Ini namanya handphone. Tahu tidak? ini bisa memotret, mengeluarka suara, dan ada juga aplikasi twitter yang sangat seru! aku bisa tulis-tulis dan mendapat teman baru disini”

Koko mencari keberadaan Lili karena tidak meliatnya seharian. Biasanya Lili akan menemui Koko untuk cerita apa saja yang Lili temui dalam sehari.

“Lili.. kamu dimana?” Koko terus memanggil nama Lili.

Ternyata Lili ada di atas pohon dekat dengan Koko berdiri.

“Li, kamu sedang apa?”

“Ko, ada banyak video lucu di Twitter hahahaha” kata Lili. Lili tetap berfokus kepada handphone nya, bahkan tidak melirik Koko sama sekali.

“Oh begitu, yasudah lanjutkan saja. Sepertinya kamu sudah tidak membutuhkanku” Koko pun langsung menghilang dari hadapan Lili.

Mendengar hal tersebut, Lili sangat sedih. Lili sadar Ia hanya berfokus bermain handphone. Lili sangat merasa bersalah dan segera mencari Koko.

“Koko… aku ingin bicara denganmu” mohon Lili.

“Ada apa, Li? Jika ingin berbicara tentang handphonemu, aku tidak ada waktu” cuek Koko.

“Aku baru membuka hadiah dan surat darimu. Terima kasih, Ko. Aku juga ingin minta maaf telah mencampakkanmu. Aku ingin bermain bersamamu lagi” Lili memohon maaf.

“Ya Lili, aku maafkan. Jika masih ada orang disekitarmu, perhatikan dengan baik-baik sebelum semua orang meninggalkanmu. Tidak baik jika hanya berfokus dengan handphone siang dan malam. Kamu juga harus meminta maaf pada yang lain” kata Koko.

Mendengar ucapan Koko, Lili menyadari apa yang dilakukannya salah. Ia segera meminta maaf pada yang lain dan tidak fokus dengan handphone terus-terusan. Akhirnya, mereka pun berdamai dan bermain bersama kembali.


Keyword: #ceritapendek #fabel #sastra #cerpenhewan

Posting Komentar

0 Komentar