![]() |
| UMP Jakarta naik 3,6% di akhir tahun 2023. Foto: Freepik |
JAKARTA - Kenaikan UMP Tahun 2023 yang baru saja dirilis beberapa hari lalu membuat DKI Jakarta jadi provinsi yang memiliki UMP tertinggi yakni Rp5,06 juta. Besaran UMP yang naik 3,6% ini jadi UMP terbesar di Indonesia. Apakah cukup untuk memenuhi kebutuhan pegawai di kota besar?
Survei dari Badan Pusat Statistik membuktikan mengenai besaran ideal biaya hidup di kota besar. Untuk hidup 4 orang di kota Jakarta biaya yang harus dikeluarkan setidaknya Rp16 juta/bulan. Dalam hal ini, per orangnya paling tidak Rp4 juta/bulan.
“Dengan UMP yang lima juta rupiah, harusnya orang bisa menabung (jika masih lajang),” kata Prita Hapsari Ghozie, CEO dan Principal Consultant Zap Finance, dikutip dalam acara Zap Finance Peduli Kesehatan Guru di Setiabudi, Jakarta, Kamis (23/11/2023).
Kenaikan UMP terbaru ini seharusnya membuat upah yang didapat lebih dari cukup dan bisa ditabung jika masih lajang dan belum bekerja. Namun jika sudah berkeluarga, jalan yang paling tepat adalah suami dan istri harus saling bekerja untuk memenuhi biaya hidup keluarga.
“Saat tanggungan (dalam keluarga) ada 5 orang, berarti menjadi sangat berat karena aslinya angka tersebut hanya untuk satu orang,” tambah Prita.
Menurutnya, dengan UMP sebesar Rp5 juta ini bisa dialokasikan menjadi Rp2,5 juta untuk kebutuhan utama termasuk cicilan dan lain-lain. Kemudian Rp1,5 juta bisa dialokasikan untuk menabung. Sisa Rp1 juta bisa digunakan untuk memenuhi gaya hidup seperti kuliner, belanja, dan lain-lain.
Apakah UMP Pegawai Kota Besar Cukup Untuk Membeli Rumah?
Untuk menyesuaikan pendapatan jika ingin membeli rumah hak milik, hal pertama yang harus diperhatikan adalah lokasi rumah. Besaran uang yang dikeluarkan untuk membeli rumah sangat bergantung dengan lokasi tanah rumah tersebut, apakah di lokasi strategis atau agak jauh dari kota metropolitan.
“Apakah artinya membeli rumah sendiri selalu menjadi jawaban? Harus dilihat terlebih dahulu situasinya,” ujar Konsultan Keuangan, Prita Hapsari Ghozie.
Ada dua kondisi yang harus diperhatikan untuk memutuskan membeli atau menyewa rumah, yakni apakah akan terus menetap di kota tempat bekerja atau akan berpindah dan menetap di kampung halaman.
Prita menjelaskan jika ingin menetap dan berkeluarga di domisili yang dimaksud atau di tempat yang dekat dengan kantor, maka membeli rumah jadi pilihan yang tepat. Masalah keuangan bisa dikondisikan dari tempat atau tanah letak lokasi karena berpengaruh terhadap kemampuan membeli.
Lain hal jika hanya ingin bekerja di tempat perantauan dan kembali ke kampung halaman dalam waktu yang tidak ditentukan, fokus yang harus dilakukan adalah menyewa rumah di dekat tempat bekerja. Setelah itu, uang bisa dikumpulkan untuk membangun rumah di kampung halaman jika ingin memiliki rumah pribadi.
Telah dipublikasi juga di Okezone.com.

0 Komentar