IIBF 2023: Ketika Penulis dan Pembaca Bertemu dalam Satu Ruang

Indonesia International Book Fair dari tahun ke tahun. Foto: Salsyabila Sukma

JAKARTA - Membaca dan menulis adalah kegiatan paling dasar yang dilakukan bagi anak yang baru mengenal pendidikan. Membaca dapat membuka jendela dunia, menulis menjadi kunci mengeluarkan ide dan pikiran. 

Perhelatan bagi para pecinta buku dan tulisan tanah air, Indonesia International Book Fair (IIBF) 2023 resmi dibuka hingga hari ini, Minggu (1/10/2023). Acara ini berlangsung 5 hari berturut-turut di ICE BSD, Tangerang pada Rabu lalu (27/9/2023).


Pameran buku IIBF diselenggarakan oleh Ikatan Penerbit Indonesia ini telah berlangsung sejak tahun 1980-an dan disebut-sebut sebagai perhelatan untuk para pembaca dan penulis tertua di Indonesia. Acara ini menjadi momentum pertemuan antara penulis dan pembacanya bertukar ilmu dan pikiran.


Selain pameran buku Internasional, terdapat pula agenda book sign pada Sabtu kemarin (30/9/2023)  dari penulis asal Korea Selatan, Jeong Gyeong Yun yang merupakan penis novel Why Secretary Kim. Novel tersebut juga berasal dari salah satu drama Korea yang viral beberapa tahun lalu, What’s Wrong With Secretary Kim.


Interaksi penulis dan pembaca lewat talkshow. Foto: Salsyabila Sukma


Interaksi para pembaca dan penulis juga difasilitasi dengan adanya talkshow yang terbagi di beberapa sudut Hall 1 ICE BSD. Salah satunya talkshow dari penulis sajak dan puisi tanah air, Firnita dan Helena Natasha.


Keduanya berada dalam satu panggung membahas mengenai pengalamannya serta bagaimana sepak terjangnya dalam menulis. Natasha dengan karyanya Dreams Spelled in Poetry dan Firnita dengan Shorter Stories. Keduanya merupakan penulis tanah air yang karyanya dikemas menggunakan bahasa Inggris.

“Biasanya kalau aku dengar lagu Taylor Swift atau baca novel, atau baca buku lain (untuk dapat kata baru). Kadang ada bahasa atau kalimat yang aku suka lalu aku analisis. Dari situ aku analisis (maksudnya).” kata Helena Natasha tentang caranya agar kaya kosa kata di tulisannya.

Dalam menulis, keluasan ide dan wawasan sangatlah diperlukan. Tak jarang, para penulis sulit mencari motivasi menulis. Untuk itu, selain banyak mencari referensi dari karya lain, penting memiliki lingkungan yang suportif. Dalam penuturan Firnita, untuk mengembangkan tulisan perlu adanya peran teman sesama penulis yang bisa menilai dan memberi saran.

“Mereka juga bisa melihat potensi dimana dan juga bisa kasih saran. Jadi bisa berkembang lebih baik lagi kedepannya.”

Selain itu, cara untuk mengembangkan tulisan menurut Helena Natasha adalah membedah buku atau lirik lagu yang disuka. Setelah menemukan alasan menyukai tulisan atau karya yang telah dinikmati, apa yang telah didapat bisa langsung diaplikasikan ke dalam tulisan pribadi.  


Keyword: #sastra #penulis #IIBF2023 #bahaskarya

Posting Komentar

0 Komentar