![]() |
| Kincir angin banyak di Belanda. Foto: Pexels |
JAKARTA - Jika mendengar kata ‘kincir angin’, negara Belanda pasti teringat di pikiran teman-teman sekilas. Tapi, mengapa negara Belanda identik disebut sebagai ‘Negeri Kincir Angin’ ya? Yuk cari tahu!
Meski kincir angin disebut sebagai ikon dari negara Belanda, kincir angin sendiri bukan berasal dari Belanda, lho. Lalu darimana sebenarnya kincir angin berasal? Simak fakta-fakta dari kincir angin berikut ini.
Dari laporan I Am Expat dan Britannica, kincir angin pertama kali ditemukan di Persia pada tahun 500 – 900 Masehi. Kincir angin tersebut mulanya dibangun khusus untuk membantu pekerjaan kegiatan pabrik.
Kincir angin sendiri dipercaya menyebar ke daratan Eropa melalui perang salib. Kemudian kincir angin mengalami beberapa perubahan dan inovasi setelah tersebar ke berbagai penjuru. Sebab itu, kincir angin Persia dan Belanda berbeda.
Kota Nashtifan yang berarti sengatan badai ini (diambil dari kata Nish Toofan) memiliki hembusan angin yang kencang. Maka dari itu, masyarakat setempat memanfaatkannya dengan membangun kincir angin. Selama berabad-abad, kincir angin yang ada di kota ini dimanfaatkan untuk kegiatan industri. Ada kurang lebih 30 kincir angin setinggi 15-20 meter di kota Nashtifan.
Berbeda dengan yang di Belanda, kincir angin yang ada di Nashtifan adalah mempunyai desain horisontal, dengan poros kardan yang vertikal dan panel angin yang memutar secara horisontal. Energi angin yang ada di kota tersebut dapat menutupi kekurangan dari kincir angin tersebut, karena kecepatan angin disana umumnya hingga 120 km/jam.
Di negara Belanda sendiri, kincir angin muncul pada awal tahun 1200 Masehi. Biasanya, kincir angin digunakan untuk kegiatan menggiling biji-bijian dan jagung. Kincir angin juga digunaka untuk reklamasi daratan, yakni mengeringkan tanah dengan kadar air terlalu tinggi atau terendam air laut agar bisa dihuni dengan layak atau digarap.
Kincir angin saat ini sudah tidak digunakan seperti fungsinya di beberapa aba lalu. Beberapa masih digunakan sebagai drainase atau mengeringkan lahan, menggiling gandum, hingga dialihfungsikan sebagai area rekreasi.
Kincir angin di Belanda memang tidak sebanyak dulu. Meski begitu, ada kurang lebih 1000-an kincir angin yang terdapat di negara Belanda yang bisa kalian lihat. Kota Kinderdijk menjadi salah satu situs warisan dunia UNESCO karena memiliki jumlah kincir angin terbanyak di dunia.
Keyword: #kincirangin #belanda #sejarah #faktakincirangin

0 Komentar