Butiran Rindu dan Harap yang Hancur Jadi Butiran Debu

 

Perasaan yang sudah hancur menjadi butiran debu. Foto: Pexels

Hari - hari kian sunyi setelah beberapa bulan ini meng-karantina diri.
Semua beranjak beralih dari yang nyata menjadi seperti ilusi.
Aku tak pernah terbayang sebelumnya jika semuanya akan menjadi berbalik. 

Benar - benar tak menduga.
Semua ini berjalan tanpa kemauan kita.
Kehendak dari sang kuasa yang menguji kesabaran umatnya.
Terkadang lelah, namun tak tahu harus bagaimana.
Berserah, pasrah, berdo’a kepada sang pemilik semesta.
 
Menjadi leburan butir - butir tangis.
Sendu dan sedih ini entah kapan berakhir.
Tak ber kesudahan, lelah dan letih.
Memutar waktu berharap ingin kembali.

Andai saja semudah itu.
Merapihkan segalanya yang terlanjur hancur.
Mengembalikan tangis menjadi bahagia seperti sedia kala.
 
Sajak ini hadir menemani kesunyian hari - hari.
Menjadi pelampiasan atas penyesalan dan saksi berjalannya waktu yang terus mengalir.
Bak aliran sungai yang terus mencari kapan waktunya bertemu dengan sang hilir.


Keyword: #puisi #sajak #rindu

Posting Komentar

0 Komentar