![]() |
| Tulus tampilkan lagu tujuh belas di konsernya bertajuk 'Tur Manusia 2023'. Foto: jawapos.com |
Tulus baru saja dinobatkan sebagai 'Indonesia Top Local Artist of the Year 2023' dan 'Indonesia Top Local Male Artist of the Year 2023' oleh Spotify. Pencapaian ini ia dapat berkat pendengar setianya yang selalu mendengarkan lagunya. Tak heran, pendengar lagu Tulus di Spotify mencapai 9.943.661 per bulan. Capaian ini diraih berkat lagu-lagu di album terakhirnya 'Manusia' yang disukai oleh banyak orang.
Album kelima Tulus yang bertajuk ‘Manusia’ memang melahirkan banyak lagu-lagu yang memberikan nuansa ‘roller coaster’. Berbagai lirik lagu yang tercantum di sepuluh daftar lagunya ini memang campur aduk, ada senang, sedih, bahagia, dan penuh harap.
Semua jenis emosi ini akan dirasakan oleh para
pendengar lagu-lagu di album terbarunya. Ini juga jadi inspirasi Tulus mengapa
menamai album yang dirilisnya pada tahun 2022 lalu ‘Manusia’ karena ia
menggambarkan ragam dinamika perasaan manusia di albumnya ini.
Salah satu lagu yang ada di album ‘Manusia’ bertajuk ‘Tujuh
Belas’ memang memberikan kilas balik memori kepada pendengarnya. Sesuai dengan
judulnya, Tulus ingin membawa pendengarnya kembali ke masa di umur 17 tahun.
Umur 17 tahun adalah masa-masa dimana kenangan masa
muda tertanam begitu besar di kepala. Umur tersebut jadi penanda masa-masa terakhir
sebelum benar-benar lulus dari masa sekolah. Tulus mengajak para pendengarnya
untuk mengenang masa dimana masih bebas.
Lebih lanjut, berikut ini lirik lagu serta makna lagu ‘Tujuh Belas’ yang memutar kenangan saat di masa muda.
![]() |
| Cover album 'Manusia' yang dirilis tahun 2022 lalu. Foto: Pinterest |
Lirik Lagu Tulus – Tujuh Belas
Muda jiwa, selamanya muda
Kisah kita abadi selamanya
Muda jiwa, selamanya muda
Kisah kita abadi selamanya
Masihkah kau mengingat di saat kita masih tujuh belas?
Waktu di mana tanggal-tanggal merah terasa sungguh meriah
Masihkah kauingat cobaan terberat kita, Matematika?
Masihkah engkau ingat lagu di radio yang merdu mengudara?
Kita masih sebebas itu
Rasa takut yang tak pernah mengganggu
Batas naluri bahaya
Dulu tingginya lebihi logika
Putaran Bumi dan waktu yang terus berjalan menempa kita
Walau kini kita terpisah, namun, jiwaku tetap di sana (hey)
Di masa masih sebebas itu
Oh, di masa
Rasa takut yang tak pernah mengganggu
Di masa naluri bahaya
Dulu tingginya lebihi logika
Muda jiwa, selamanya muda
Kisah kita abadi selamanya
Kita masih sebebas itu
(Rasa takut yang tak pernah mengganggu)
Sederas apa pun arus di hidupmu
Genggam terus kenangan tentang kita
Seberapa pun dewasa mengujimu
Takkan lebih dari yang engkau bisa
Dan kisah kita abadi untuk s'lama-lamanya
Makna Lagu Tulus – Tujuh Belas
Masihkah kau mengingat di saat kita masih tujuh belas?
Waktu di mana tanggal-tanggal merah terasa sungguh meriah
Masihkah kauingat cobaan terberat kita, Matematika?
Masihkah engkau ingat lagu di radio yang merdu mengudara?
Penggalan
judul lagu diatas tergambar bahwa Tulus ingin mengajak para pendengarnya untuk
mengingat momen yang terjadi di usia 17 tahun. Berikut ia juga memberikan
contoh momen yang menandai masa-masa sekolah seperti tanggal merah yang biasa jadi
hari libur siswa, pelajaran Matematika yang begitu sulit, hingga masa-masa
dimana mendengarkan lagu masih lewat radio untuk para anak 90an ke bawah.
Kita masih sebebas itu
Rasa takut yang tak pernah mengganggu
Batas naluri bahaya
Dulu tingginya lebihi logika
Tergambar
di usia 17 tahun jadi usia dimana jadi masa banyak mencoba hal baru tanpa rasa
takut. Di masa ini sebagian orang mulai mencari jati diri dengan menempuh
banyak perjalanan hidup yang memiliki berbagai resiko.
Putaran Bumi dan waktu yang terus berjalan menempa kita
Walau kini kita terpisah, namun, jiwaku tetap di sana
Meski umur 17
tahun sudah lewat, masa-masa yang dirasakan saat di usia tersebut tidak akan
pernah terlupakan. Meski sudah melalui banyak momen sepanjang hidup, kenangan
di masa 17 tahun memiliki tempat tersendiri, terlebih dengan teman-teman yang
sudah terpisah.
Muda jiwa, selamanya muda
Kisah kita abadi selamanya
Sederas apa pun arus di hidupmu
Genggam terus kenangan tentang kita
Seberapa pun dewasa mengujimu
Takkan lebih dari yang engkau bisa
Dan kisah kita abadi untuk s'lama-lamanya
Berbagai cobaan dan kegagalan terus menguji saat memasuki usia dewasa, namun Tulus sekali lagi menegaskan pada pendengarnya bahwa seberat apapun masalah, selalu ada tempat untuk me-refresh pikiran, yakni dengan kembali kepada teman-teman saat di masa muda. Meski sudah jauh atau bahkan tidak bisa bertemu, cukup dengan kenang masa-masa indah yang pernah dilewati, karena itu ia menuliskan ‘dan kisah kita abadi untuk s’lama-lamanya’.
Keyword: #Tulus #tujuhbelas #liriklagu #bedahlirik


0 Komentar