Mengapa Semangka Jadi Simbol Perjuangan Palestina?

Buah semangka jadi simbol perlawanan masyarakat Palestina terhadap penjajahan. Foto: Pexels

JAKARTABeberapa waktu belakangan, masyarakat dunia di media sosial juga mengunggah buah semangka sebagai representasi Palestina. Unggahan tersebut merupakan bentuk dukungan publik dunia atas kemerdekaan Palestina dari penjajahan dan kependudukan Israel. Lantas, mengapa buah semangka?

Mengutip Times Magazine, penggunaan semangka sebagai simbol Palestina bukanlah hal baru. Ini pertama kali muncul setelah Perang Enam Hari pada tahun 1967, pemerintah Israel menjadikan tampilan publik bendera Palestina sebagai pelanggaran kriminal di Gaza dan Tepi Barat.


Untuk menghindari larangan tersebut, warga Palestina mulai menggunakan semangka karena, ketika dipotong terbuka, buahnya menyandang warna nasional bendera Palestina yakni merah, hitam, putih, dan hijau.


Kemudian Israel mencabut larangan bendera Palestina pada tahun 1993, sebagai bagian dari Persetujuan Oslo, yang memerlukan pengakuan bersama oleh Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina dan merupakan perjanjian formal pertama yang mencoba menyelesaikan konflik Israel-Palestina selama beberapa dekade. Bendera itu diterima sebagai mewakili Otoritas Palestina, yang akan mengelola Gaza dan Tepi Barat.


Akan tetapi, buah semangka sudah melekat dengan perjuangan rakyat Palestina. Sejak serangan pada bulan Oktober lalu, media sosial kerap menghapus paksa unggahan yang menampilkan bendera palestina. Oleh karena itu, publik kerap mengubah bendera Palestina menjadi buah semangka dalam rangka memberi dukungan.


"Pesan kami kepada pemerintah jelas: kami akan selalu menemukan cara untuk menghindari larangan yang tidak masuk akal dan kami tidak akan berhenti berjuang untuk kebebasan berekspresi dan demokrasi," kata direktur organisasi Zazim, Raluca Ganea, dikutip dari Times Magazine. 


Keyword: #palestina #semangka #freepalestine #palestinewillbefree #semangkapalestina

Posting Komentar

0 Komentar