![]() |
| Indonesian International Student Mobility Awards adalah program pertukaran pelajar dari pemerintah RI untuk mahasiswa Diploma dan Sarjana ke luar negeri. Foto (Laman resmi IISMA) |
JAKARTA - Salah satu program Kampus Merdeka yang digalakkan Kemdikbudristek, Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) semakin banyak diminati mahasiswa. Meski begitu, program yang telah memasuki tahun ke-4 berjalan ini masih menuai banyak perbedatan.
Mimpi keluar negeri bukan cuma untuk mahasiswa S2 dan S3 saja. IISMA merupakan program pertukaran pelajar untuk mahasiswa D3, D4, dan S1 hadir dan menawarkan mahasiswa Indonesia untuk belajar di luar negeri selama satu semester.
Dikutip dari laman IISMA, Rabu (10/1/2024), saat ini setidaknya ada 110 universitas tujuan yang tersebar di 26 negara dari seluruh dunia. Tahun 2023 lalu, IISMA mengirimkan setidaknya 1558 awardee dan bertambah tiap tahunnya.
Setiap kebijakan dan peraturan tentu menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Meski IISMA sudah berjalan sejak tahun 2021, tak sedikit pula pihak-pihak yang masih memperdebatkan manfaat yang diberikan dan urgensi dari berjalannya program ini.
Beberapa waktu lalu, jagat dunia maya khususnya X (Twitter) diributkan dengan persoalan mahasiswa awardee IISMA yang dinilai menghabiskan uang negara. Fenomena tersebut diakibatkan dari isu awardee IISMA hanya sibuk jalan-jalan di luar negeri.
“Hanya perbandingan foto saja, para awardee ceria disandingkan dengan kondisi sekolah dan infrastruktur pendidikan di daerah 3T, biar publik sendiri yang menilai urgensinya,” tulis sebuah postingan dari akun X @collegemenfess, dikutip Rabu (10/1/2024)
Postingan tersebut menuai banyak pro dan kontra. Banyak pihak yang menuntut pemerintah untuk tinjau ulang salah satu implementasi Merdeka Belajar dari Kemdikbudristek ini sebab segelintir penerima beasiswa ini kurang memberikan kontribusi dan pengabdian nyata terhadap negara.
“Programnya bagus kok dan menurutku emang perlu ditinjau ulang, another mbkm program ada yg namanya kampus mengajar dan aku salah satu dari itu, seleksi ga seketat iisma dan emang ditempatin di sekolah akre rendah cuma yaa emang ga semerata itu,” cuit user X lain menanggapi unggahan sebelumnya.
Segelintir pihak bahkan sampai membuat petisi di change.org pada Selasa (2/1/2024) lalu agar pemerintah kembali meninjau ulang program IISMA. Hingga saat ini, sebanyak 812 orang telah menandatangani petisi tersebut.
Perdebatan tersebut sepertinya tidak kunjung mencapai titik temu. Keluh kesah dan opini masyarakat juga tidak terlalu memengaruhi jalannya program IISMA. Di tahun 2024 ini, IISMA bahkan membuka jalur masuk baru, yakni untuk mahasiswa KIP Kuliah, afirmasi, dan mahasiswa dari daerah 3T.
Skema program IISMA tahun 2024 juga sudah muncul. Tertulis dari laman Instagram @iisma_ri, registrasi akan dibuka mulai tanggal 23 Januari sampai 14 Februari 2024. Di tengah perdebatan yang ada, program ini tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Keyword: #IISMA, #Kemdikbudristek, #KampusMerdeka, IISMA, Kemdikbudristek, kampusmerdeka

0 Komentar